Jumat, 31 Oktober 2014

Asal Usul KEADAAN Yang Menimpa Kita

1. MERUBAH KEADAAN atau MERUBAH DIRI,
mana yang benar ?

Asal Usul Keadaan yang menimpa kita
Setiap orang mempunyai keinginan yang sama yaitu bagaimana keadaan (nasib) menjadi baik dan lebih baik, hidup harus mempunyai ” Cinta, Spiritual, Sadar, Sehat, Sejahtera, Selamat, Sukses, Bahagia & Berkah” (CS6B2). Tapi dalam perjalanan, kenyataan hidup tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Keadaan-keadaan yang buruk  seringkali menghampiri kita. Sengaja maupun tidak. Mau ataupun tidak mau, semua orang akan mengalami, pernah mengalami, atau masih mengalami.
Perlu diketahui, melihat Asal Usul Terjadinya  keadaan buruk, ada 2 macam :
  1. Ada yang berasal dari kesalahan diri kita sendiri, ini disebut Peringatan dari Tuhan. Bisa berupa cobaan-cobaan kecil. Jika peringatan dari Tuhan ini tidak menjadikan jera atau sadar, maka jadilah sebuah azab yaitu musibah/balak/bencana yang sifatnya lebih besar.
  1. Dan ada yang merupakan Ujian dari Tuhan, yang mana hal itu merupakan sebuah proses penempaan jiwa & pikiran, agar kita menjadi manusia yang lebih baik, kuat dan tahan uji.
Ingat ! kata Kunci untuk memahami dan mengetahui hal ini (kejadian yang menimpa kita) merupakan sebuah Peringatan Tuhan, Musibah atau Ujian dibutuhkan muhasabah (intropeksi diri), nasehat (para guru & orang tua) dan ilmu agama & Hikmah.
Bersesuaian dengan Firman Allah Ta’ala :
“ Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri (nafsumu). ( S. An-nisa’ : 79)

Jika anda memahami dengan benar firman Allah ini, jelas dan nyata bahwa hakikinya semua kejadian yang buruk, mulai dari Kesulitan ekonomi, banyak hutang, ditipu, datangnya penyakit, rumah tangga yang kacau dan bencana-bencana alam ataupun yang khususnya terjadi pada diri dan keluarga kita. Tiada lain adalah hasil atau akibat dari sifat dan perbuatan jelek yang kita lakukan. Alias nafsumu yang berperan akan datangnya musibah tersebut
Walaupun hakikinya dari Allah, tapi penyebab turunnya adalah perbuatanmu sendiri.

Allah tidak pernah menyusahkan hamba-hamba-Nya. Allah selalu memberikan nikmat pada manusia dan nikmat ini tidak bisa kita hitung serta diperjelaskan satu persatu. Jelas manusia tidak akan mampu. Disaat nikmat datang kebanyakkan manusia itu ingkar atau lupa diri. Disaat ini pula, Allah mengancam manusia dengan azab yang pedih.
Sebagai perenungan akan hal ini, merujuk pada firman Allah :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Kesimpulannya kebanyakan manusia kurang “BERSYUKUR”  dalam menerima nikmat dan menerima keadaan yang ada. Serta kurangnya “BERSABAR” dalam menerima ujian dari Allah.
( dalam memahami Syukur & Sabar dikaji pada tempat tersendiri )

Founder & Grand Master Q Power Energi Q : Gus Iswahyudin

Tidak ada komentar: